Pages

Kamis, 25 Agustus 2011

Karena Subuh

KARENA SUBUH adalah pergantian. Transisi dari gelap menuju terang. Memulai sekaligus berniat mengakhiri. Didahului pada subuh, diajarkan cara menanam kebaikan membuang kefasikan.

Karena subuh adalah nyaman. Dengan pikiran lowong. Plong-menyegarkan. Ia waktu yang tenang buat mencari wawasan, kemudian merekamnya sebagai bekal untuk hidup pada siang yang bimbang.

Siang adalah kerendahan hati. Belajar berlaku tawaduk walau tinggi sudah ilmu dipunya. Tetap merunduk meski sedang berada di tempat atas. Menghormati tanpa merendahkan. Berempati dengan ketulusan. Berjalan di atas jembatan kesabaran.


Atau bisa juga siang adalah pengujian, karena pada siang terdapat interaksi. Hendak menjadi jumawa atau rendah hati. Perangai angkuh kadang dibawa oleh ketidaksadaran. Siang adalah masa kritis.

Malam dikuasai kesendirian. Oleh sebab itu malam adalah kontemplasi dan syukur. Ini sebuah siklus, malam bukan akhir karena sejarah baru akan dimulai lagi dari subuh besok hari. Sejarah esok bisa berbeda dengan kini, bisa sama, bisa lebih mulia bahkan hina. Semua ada di tangan dan bagaimana pintar-pintar mengendalikannya.

Karena subuh adalah pangkal. Ia selalu jadi langkah pertama sejarah dibangun. Ada doa di dalamnya, ada kepercayaan dan ikhtiar untuk setiap hari yang pendek yang akan dilalui. Belajar, berproses serta selalu istiqomah hingga sore, hingga nanti, sampai kapanpun juga, hendaknya ia dapat terus hidup sebagai falsafah.

1 komentar:

  1. akhirnya obrolan kemarin berbuah tulisan ini!
    heheh...hidup nulis!

    BalasHapus